KRITIK TRADISI PEMIKIRAN REALISME KLASIK TERHADAP SEKTOR KEAMANAN NON-TRADISIONAL
Tuesday, February 26th, 2008KRITIK TRADISI PEMIKIRAN REALISME KLASIK TERHADAP SEKTOR KEAMANAN NON-TRADISIONAL
(Sebuah Upaya Pemurnian Bagi ‘Copenhagen School Critical Security Studies’)
A. Garis Besar Permasalahan
Fokus permasalahan dalam riset ini terletak pada sebuah pertanyaan besar, yaitu : VARIABEL apa sajakah yang SEBENARNYA dapat menjamin terwujudnya kondisi ‘ABSENCE OF CONFLICT’ dalam jangka waktu yang lebih BERTAHAN LAMA? Sekuen pembahasan bagi fokus permasalahan tersebut mencakup beberapa bidang kajian dalam ranah Ilmu Hubungan Internasional, yaitu :
CLASSICAL SECURITY STUDIES (Studi Keamanan Klasik)
COPENHAGEN SCHOOL-CRITICAL SECURITY STUDIES (Studi Keamanan Kontemporer-Mazhab Copenhagen)
ORTHODOX PEACE APPROACH (Pendekatan Perdamaian Ortodoks)
CONTEMPORARY PEACE STUDIES (Studi Perdamaian Kontemporer) Jadi, rumusan garis besar permasalahan dalam riset ini adalah : “Bahwasanya, perluasan agenda keamanan yang dipelopori oleh Studi Keamanan Kontemporer-Mazhab Copenhagen - yang memicu timbulnya Studi Perdamaian Kontemporer sebagai konsekuensi logisnya – ternyata tidak terbukti mampu mewujudkan kondisi ‘ABSENCE OF CONFLICT’ dalam jangka waktu yang lebih panjang” Dan
“Bahwasanya, Studi Keamanan Klasik yang mencakup Pendekatan Perdamaian Ortodoks dengan asumsi-asumsi Tradisi Pemikiran Realisme sebagai landasan dasarnya, merupakan solusi konkrit yang mampu menciptakan kondisi ‘ABSENCE OF CONFLICT’ dalam jangka waktu yang lebih lama.”
B. Studi Keamanan Kontemporer-Mazhab Copenhagen
What ?
“Adalah varian terbaru dalam Studi Keamanan yang memperluas agenda keamanan tradisional (2 sektor keamanan : sektor keamanan militer, dan sektor keamanan politik/rezim) menjadi agenda keamanan kontemporer/non-tradisional (5 sektor keamanan : sektor keamanan militer, politik, kemasyarakatan/sosial, lingkungan, dan ekonomi)”.
When ?
Studi ini berkembang pada dekade 1990-an dan menemukan momentum internasionalnya pada tahun 1994 dalam sebuah Konferensi Perluasan Agenda Keamanan Internasional, di Toronto, Kanada.
Why ?
Studi Keamanan Kontemporer memiliki beberapa asumsi dasar yang menjadi landasan keyakinan mereka bahwa resolusi konflik akan terwujud hanya dengan metode non-koersif, asumsi-asumsi tersebut diantaranya :
Bahwa negara bukanlah objek rujukan (referent object) satu-satunya dalam agenda keamanan
Bahwa sumber keamanan dan ketidak-amanan adalah lebih luas dari perspektif keamanan tradisional
Bahwa kedua asumsi di atas menuntut adanya perubahan dalam tataran epistimologis yang melebihi metodologi empirisis, tradisi pemikiran positivis dalam studi keamanan klasik
How ?
Studi Keamanan Kontemporer meyakini adanya beberapa langkah konstruksi ‘ancaman’ yang pada akhirnya membentuk persepsi ‘aman’ atau ‘tidak aman’ dalam pemikiran manusia, hal ini berimplikasi langsung terhadap metode resolusi konflik dan upaya perwujudan perdamaian.
C. Studi Keamanan Tradisional
What ?
“Adalah Studi yang memfokuskan bahasannya pada relasi keamanan antar negara, karena negara diyakini sebagai satu-satunya objek rujukan (referent object) yang cukup memenuhi agenda dasar pembentukan keamanan, yaitu ‘upaya pertahanan setiap unit dalam kancah sistem internasional’.”
When ?
Studi Keamanan Klasik berkembang pesat pada dekade 1965-1980an, Studi ini lahir di Amerika Serikat dalam kerangka awal Politik Global-nya (AS) untuk selanjutnya terdistribusi ke Eropa Barat dan beberapa negara sekutu AS lainnya.
Why ?
Studi Keamanan Klasik memiliki beberapa asumsi dasar yang menjadi landasan keyakinan mereka bahwa resolusi konflik akan terwujud hanya dengan metode koersif, asumsi-asumsi tersebut diantaranya :
Bahwa negara merupakan objek rujukan keamanan yang komprehensif, baik sebagai ‘sumber ancaman’ (source of threats) maupun sebagai ‘alasan pertahanan’ (survival reasoning)
Bahwa tekanan sistem internasional – yang anarkis – merupakan determinan utama bagi tujuan (keamanan) maupun relasi keamanan yang dibentuk suatu negara dengan negara lainnya
Bahwa kapabilitas komunitas internasional – untuk mengintervensi negara – dibatasi oleh kedaulatan negara
Bahwa persaingan antar negara – untuk ‘bertahan hidup’ – membentuk fenomena dilema keamanan
Bahwa tidak akan ada konsensus antar negara yang terbentuk demi menyetujui sistem distribusi sumber daya tertentu
How ?
Studi Keamanan Klasik tidak meyakini eksistensi perdamaian abadi dalam relasi antar unit di sistem internasional yang anarki, namun Studi ini meyakini adanya kondisi kerukunan yang dapat terwujud dalam relasi antar unit tersebut. Kondisi kerukunan tersebut hanya dapat tercapai melalui penerapan metode resolusi yang koersif, karena tidak ada konsensus mengenai ‘sistem distribusi sumber daya’ yang adil di antara unit dalam sistem internasional tersebut.