“BOLLYWOOD: SOFTPOWER UNTUK MEMPERBAIKI IMAGE INDIA GUNA MENCAPAI NATIONAL INTEREST-NYA DI AFGHANISTAN”
Sunday, March 16th, 2008
Latar Belakang Pemikiran
Sebagai negara yang mulai tumbuh perekonomiannya,
India memiliki kepentingan yang nyata atas
Afghanistan . Pertama, Afghanistan merupakan ‘pintu gerbang’ (gateway) menuju minyak dan kekayaan mineral lain yang terdapat di negara-negara Asia Tengah, terutama Iran, karena Afghanistan berbatasan langsung dengan Iran di sebelah Barat. Kedua, proses rekonstruksi
Afghanistan pasca rezim Taliban, memberi peluang yang besar pada korporasi-korporasi
India seperti kontraktor dan investor untuk menanamkan modalnya dan meraih keuntungan di
Afghanistan . Hal ini tentu sangat menguntungkan
India dari segi ekonomi.
Sementara kenyataan yang ada adalah :
- Selama menjadi negara jajahan Inggris (sebelum tahun 1947),
India
tidak pernah akur dengan
Afghanistan
.
- Uni Soviet memutuskan untuk menginvasi
Afghanistan
mulai tahun 1979 sampai tahun 1989, dengan
India
sebagai sekutu turut andil di dalamnya.
- Selama era tahun 1990-an antara Pakistan, India, Rusia, dan Iran terjadi persaingan menguasai Afghanistan untuk mempertahankan pengaruh mereka di wilayah tersebut
Dengan kata lain, image India di Afghanistan adalah negara yang kejam dan suka berperang. Setelah berakhirnya kekuasaan Taliban atas
Afghanistan ,
India menunjukkan perubahan orientasi hubungannya dengan
Afghanistan . Tidak lagi melalui konflik seperti yang pernah dilakukan, namun India menggunakan cara-cara yang damai seperti pemberian bantuan kemanusiaan pasca rezim Taliban tahun 2001, kerjasama pendidikan dan ekonomi, mulai ada press release dari PM India tentang Afghanistan sejak tahun 2004, serta ekspor film-film Bollywood.
Bollywood merupakan senjata yang ampuh bagi
India untuk lebih mendekati masyarakat
Afghanistan dan menunjukkan bahwa
India juga merupakan negara yang indah dan baik hati. Kekuatan Bollywood tidak serta merta muncul begitu saja, tapi memang sudah tertanam dari sejak awal berdirinya pada tahun 1899, masyarakat
Afghanistan telah menyukainya baik dari segi cerita maupun akting para aktor dan aktrisnya. Setelah sempat dilarang peredarannya di Afghanistan selama pendudukan Taliban, mulai tahun 1996 sampai dengan 2001, akhirnya Bollywood bisa kembali lagi ke Afghanistan.
Hal-hal yang menunjukkan hubungan India-Bollywood-Afghanistan, antara lain:
- Pemenang kontes Miss India tahun 2001 (bertepatan dengan tahun keruntuhan rezim Taliban di Afghanistan) adalah Celine Jaitley, seorang gadis keturunan India-Afghanistan. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Miss India dimenangkan oleh warga keturunan
Afghanistan
.
- Menlu India, Jaswant Singh melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya di Afghanistan setelah keruntuhan rezim Taliban, dia memenuhi pesawatnya bukan dengan bantuan makanan atau obat-obatan, seperti yang umumnya dilakukan oleh pengunjung-pengunjung lain, tapi ia justru membawa film-film India dan kaset-kaset lagu India untuk dibagikan kepada masyarakat Afghanistan.
Rumusan Masalah
“Mengapa
India memilih Bollywood sebagai salah satu ‘alat’ dalam memperbaiki hubungannya dengan
Afghanistan ?”
Hipotesa
India memilih Bollywood sebagai ‘alat’ untuk memperbaiki hubungannya dengan
Afghanistan karena Bollywood mampu menunjukkan eksistensinya di
Afghanistan meskipun secara politis hubungan India-Afghanistan dalam suasana konflik. Sejak awal berdirinya Bollywood tahun 1899,
Afghanistan telah menjadi tujuan dari penjualan hasil produksi film-film Bollywood tersebut. Kemudian ketika terjadi Cold War, hubungan kedua negara sering diwarnai dengan perang, tetapi Bollywood tetap eksis di
Afghanistan . Setelah Perang Dingin usai, India masih tetap bermasalah dengan Afghanistan secara politis, terbukti dengan tidak adanya kunjungan kenegaraan dari para pejabat India terutama PM, ke Afghanistan setelah tahun 1976. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada upaya kerjasama bilateral antara kedua negara. Tapi lagi-lagi Bollywood tidak terpengaruh. Film-film Bollywood tetap disukai oleh masyarakat Afghanistan, film-film Bollywood yang sukses dalam kurun waktu tersebut adalah film karya Yash Chopra, antara lain Dhool ka Phool, Dharamputra, Admi aur Insaan, Kalla Patthar, Mashaal, dan Yeh Dillagi. Hal-hal semacam itu bukan tidak mungkin menjadikan Bollywood sangat dekat dengan masyarakat
Afghanistan .
Di samping itu, konsistensi Bollywood dalam mengenakan pakaian Sari di setiap film-filmnya, bahkan di film Bollywood yang paling modern sekalipun, atau tindakan mempertahankan lagu-lagu dalam film sebagai ciri khas film Bollywood, mampu menunjukkan image bangsa India yang tetap menghargai kebudayaan aslinya ditengah maraknya globalisasi. Hal ini tentu sangat membantu
India dalam menunjukkan jati dirinya di dunia internasional, termasuk
Afghanistan .