“BOLLYWOOD: SOFTPOWER UNTUK MEMPERBAIKI IMAGE INDIA GUNA MENCAPAI NATIONAL INTEREST-NYA DI AFGHANISTAN”

Latar Belakang Pemikiran

Sebagai negara yang mulai tumbuh perekonomiannya,

India

memiliki kepentingan yang nyata atas

Afghanistan

. Pertama, Afghanistan merupakan ‘pintu gerbang’ (gateway) menuju minyak dan kekayaan mineral lain yang terdapat di negara-negara Asia Tengah, terutama Iran, karena Afghanistan berbatasan langsung dengan Iran di sebelah Barat. Kedua, proses rekonstruksi

Afghanistan

pasca rezim Taliban, memberi peluang yang besar pada korporasi-korporasi

India

seperti kontraktor dan investor untuk menanamkan modalnya dan meraih keuntungan di

Afghanistan

. Hal ini tentu sangat menguntungkan

India

dari segi ekonomi.

Sementara kenyataan yang ada adalah :

-         Selama menjadi negara jajahan Inggris (sebelum tahun 1947),

India

tidak pernah akur dengan

Afghanistan

.

-         Uni Soviet memutuskan untuk menginvasi

Afghanistan

mulai tahun 1979 sampai tahun 1989, dengan

India

sebagai sekutu turut andil di dalamnya.

-         Selama era tahun 1990-an antara Pakistan, India, Rusia, dan Iran terjadi persaingan menguasai Afghanistan untuk mempertahankan pengaruh mereka di wilayah tersebut

Dengan kata lain, image India di Afghanistan adalah negara yang kejam dan suka berperang. Setelah berakhirnya kekuasaan Taliban atas

Afghanistan

,

India

menunjukkan perubahan orientasi hubungannya dengan

Afghanistan

. Tidak lagi melalui konflik seperti yang pernah dilakukan, namun India menggunakan cara-cara yang damai seperti pemberian bantuan kemanusiaan pasca rezim Taliban tahun 2001, kerjasama pendidikan dan ekonomi, mulai ada press release dari PM India tentang Afghanistan sejak tahun 2004, serta ekspor film-film Bollywood.

Bollywood merupakan senjata yang ampuh bagi

India

untuk lebih mendekati masyarakat

Afghanistan

dan menunjukkan bahwa

India

juga merupakan negara yang indah dan baik hati. Kekuatan Bollywood tidak serta merta muncul begitu saja, tapi memang sudah tertanam dari sejak awal berdirinya pada tahun 1899, masyarakat

Afghanistan

telah menyukainya baik dari segi cerita maupun akting para aktor dan aktrisnya. Setelah sempat dilarang peredarannya di Afghanistan selama pendudukan Taliban, mulai tahun 1996 sampai dengan 2001, akhirnya Bollywood bisa kembali lagi ke Afghanistan.

Hal-hal yang menunjukkan hubungan India-Bollywood-Afghanistan, antara lain:

-         Pemenang kontes Miss India tahun 2001 (bertepatan dengan tahun keruntuhan rezim Taliban di Afghanistan) adalah Celine Jaitley, seorang gadis keturunan India-Afghanistan. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Miss India dimenangkan oleh warga keturunan

Afghanistan

.

-         Menlu India, Jaswant Singh melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya di Afghanistan setelah keruntuhan rezim Taliban, dia memenuhi pesawatnya bukan dengan bantuan makanan atau obat-obatan, seperti yang umumnya dilakukan oleh pengunjung-pengunjung lain, tapi ia justru membawa film-film India dan kaset-kaset lagu India untuk dibagikan kepada masyarakat Afghanistan.

Rumusan Masalah

“Mengapa

India

memilih Bollywood sebagai salah satu ‘alat’ dalam memperbaiki hubungannya dengan

Afghanistan

?”

Hipotesa

India

memilih Bollywood sebagai ‘alat’ untuk memperbaiki hubungannya dengan

Afghanistan

karena Bollywood mampu menunjukkan eksistensinya di

Afghanistan

meskipun secara politis hubungan India-Afghanistan dalam suasana konflik. Sejak awal berdirinya Bollywood tahun 1899,

Afghanistan

telah menjadi tujuan dari penjualan hasil produksi film-film Bollywood tersebut. Kemudian ketika terjadi Cold War, hubungan kedua negara sering diwarnai dengan perang, tetapi Bollywood tetap eksis di

Afghanistan

. Setelah Perang Dingin usai, India masih tetap bermasalah dengan Afghanistan secara politis, terbukti dengan tidak adanya kunjungan kenegaraan dari para pejabat India terutama PM, ke Afghanistan setelah tahun 1976. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada upaya kerjasama bilateral antara kedua negara. Tapi lagi-lagi Bollywood tidak terpengaruh. Film-film Bollywood tetap disukai oleh masyarakat Afghanistan, film-film Bollywood yang sukses dalam kurun waktu tersebut adalah film karya Yash Chopra, antara lain Dhool ka Phool, Dharamputra, Admi aur Insaan, Kalla Patthar, Mashaal, dan Yeh Dillagi. Hal-hal semacam itu bukan tidak mungkin menjadikan Bollywood sangat dekat dengan masyarakat

Afghanistan

.

Di samping itu, konsistensi Bollywood dalam mengenakan pakaian Sari di setiap film-filmnya, bahkan di film Bollywood yang paling modern sekalipun, atau tindakan mempertahankan lagu-lagu dalam film sebagai ciri khas film Bollywood, mampu menunjukkan image bangsa India yang tetap menghargai kebudayaan aslinya ditengah maraknya globalisasi. Hal ini tentu sangat membantu

India

dalam menunjukkan jati dirinya di dunia internasional, termasuk

Afghanistan

.

Leave a Reply