The Critics for Intan’s Research :
Questions
- Perbedaan pandangan masyarakat
Afghanistan
terhadap
India
sebelum dan sesudah perfilman Bollywood masuk – lagi ? - ke negara tersebut?
- Terkait dengan penggunaan kata ‘memperbaiki’ didalam judul, apa sebenarnya yang ‘diperbaiki’ dalam observasi permasalahan tersebut?
- Apa perbedaan konsep ‘soft power’ dan ‘propaganda’ dari perspektif Intan? Dan, konsep ‘soft power’ macam apakah yang digunakan Intan untuk membentuk kerangka risetnya?
Suggestions
Rekonstruksi Riset Skripsi Intan
Bollywood dipandang sebagai sebuah potensi kekuatan yang terlepas dari imej pemerintah
India bahkan negara. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan masyarakat
Afghanistan terhadap film-film
India yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi hubungan politik kedua negara (India-Afghanistan). Dari pembuktian tersebut dapat diasumsikan bahwa Bollywood – sebagai representasi industri film
India – merupakan pengejawantahan konsepsi kekuatan masyarakat transnasional yang bersifat territorial transboundary melalui media distribusi budaya.
Observasi permasalahan ini harus melibatkan aspek kemasyarakatan di wilayah Afghanistan, faktor-faktor entertainment dalam film-film Bollywood harus dipertemukan dengan sisi ekspektasi masyarakat Afghanistan terhadapnya, sehingga hipotesa riset dapat terjawab dengan komprehensif.
Riset ini dapat dijalankan melalui lensa cultural approach, dengan perspektif Masyarakat Transnasional, dan dibatasi oleh Teori Transnasionalisme yang mengusung asumsi utama sebagai berikut :
“ Bahwa dalam fenomena Hubungan Internasional saat ini aktor non-negara (NSA) memegang peranan penting dalam menentukan dinamika perubahan internasional. Selain itu, hubungan lintas batas negara sudah tidak lagi didominasi oleh hubungan antar-pemerintah, karena dalam hubungan yang bersifat transnasional, masyarakat masing-masing negara juga dapat berhubungan satu sama lain”.
March 21st, 2008 at 1:54 am
thanx ya…