Masa Depan Skenario Penyelamatan Bumi, Misi Bali Road Map
Potensi kerusakan yang begitu dahsyat akibat pemanasan global
memerlukan tindakan pencegahan secara global
demi anak cucu kita
(Peggy Puspa Haffsari)
Topik lingkungan hidup muncul bukan lagi menjadi isu belaka. Belakangan efek dari perubahan lingkungan hidup telah memberikan banyak kerugian bagi manusia di Bumi saat ini. jumlah masyarakat yang terus meningkat, akan meningkatkan pula aktivitas sosial dan ekonomi manusia yang sedang berlangsung dengan cara yang mengancam lingkungan hidup. Upaya untuk mereduksi akibat kerusakan lingkungan dan Global Warming telah dilakukan secara bersama oleh negara-negara di dunia. Karena kerusakan yang begitu dahsyat terasa, sehingga menjadi tanggung jawab dan peran serta semua negara dunia. Diawali dengan pembentukan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 1988 oleh PBB. Dan COP telah beberapa kali menelurkan hasil kesepakatan yaitu sebagai berikut:
- COP 1 di Berlin tahun 1995, menghasilkan ‘Mandat
Berlin
’ yang berisi tentang komitmen negara-negara maju untuk mengurangi emisinya secara signifikan
- COP 2 di Jenewa tahun 1996, menghasilkan ‘Deklarasi Jenewa’ yang berisikan tentang kesepakatan negara maju tentang target pengurangan emisi dan menyiapkan sebuah protokol
- COP 3 di Kyoto tahun 1997, menghasilkan ‘Protokol Kyoto’ yaitu satu-satunya protokol yang dipakai untuk mengimplementasikan konvensi perubahan iklim 1992
- dan COP ke-4 yang dilaksanakan di
Bali
, Desember 2007
Berakhirnya Protokol Kyoto tahun 2012 mengingatkan kita ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dalam upaya penyelamatan dunia. Skenario penyelamatan lingkungan yang telah disepakati dalam KTT Perubahan Iklim/Bali Road Map/COP ke-13/UNFCCC kali ini antara lain:
- Teknologi
- REDD
- Adaptasi
- IPCC
- CDM
- Negara miskin
Batasan Materi dan Waktu
Peneliti akan meneropong dari proses berlangsungnya kegiatan KTT Perubahan Iklim Bali Road Map, yaitu 3 Desember 2007-Konvensi Warsawa di Polandia tahun 2008.
Rumusan Masalah
Apakah hasil KTT Perubahan Iklim/Bali Road Map/COP 13/UNFCCC dapat bekerja efektif dalam upayanya menyelamatkan dunia dari pengaruh buruk Global Warming?
Landasan Teori
Eckerskey, salah satu tokoh kaum Ekoradikal mencetuskan Teori Politik Hijau Ekosentris yang berisikan asumsi:
“hanya Teori Politik Hijau Ekosentris yang menyeluruh yang mampu memberikan sejenis kerangka komprehensif yang kita butuhkan untuk mengantarkan resolusi abad abadi pada krisis ekologis…masyarakat ekosentris akan menjadi satu masyarakat yang disitu ada badan legislatif negara demokratik (yang merupakan bagian dari struktur pembuatan keputusan multilevel yang membuatnya kurang kuat dibanding negara bangsa yang eksis dan lebih responsif terhadap keputusan politik dari badan-badan pembuat keputusan lokal, regional, dan internasional yang demokratis); penyebaran kekuatan politik dan ekonomi yang semakin besar baik dalam maupun antara komunitas; jangkauan kontrol makro yang lebih ekstensif pada aktifitas pasar; dan berkembangnya budaya emansipatoris ekosentris”.
December 23rd, 2008 at 2:05 pm
Hey, i save funny photos
here
January 3rd, 2009 at 3:37 pm
Bite my shiny metal ass, assholes, you were joked!